Minggu, 16 Februari 2014

Posted by Fadil Arif | File under :
Tuyul berasal dari bahasa Jawa, yaitu thuyul yang berarti makhluk halus berwujud seperti anak kecil atau manusia kerdil dengan bagian kepala gundul. Selain itu tuyul juga kerap digambarkan memiliki warna kulit agak keperakan, serta dipercaya memiliki masyarakat pemimpin, dan bersuara seperti layaknya anak ayam. Tuyul juga kerap dipercaya dapat dipekerjakan oleh majikan manusia untuk alasan tertentu, dan secara umum adalah untuk mencari harta benda berupa uang.


Meski keberadaan tuyul tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi pada kenyataanya sebahagian besar masyarakat Indonesia percaya dengan keberadaan mahkluk halus ini. Bahkan bagi sebahagian orang yang ingin cepat mendapatkan kekayan, maka tidak jarang diantara mereka ingin memelihara tuyul dan akan dijadikan sebagai sarana mendapatkan uang dengan mudah.

Berbeda dengan orang yang memiliki niat untuk memelihara tuyul, orang yang merasa kerap kehilangan uang tanpa sebab musabab jelas, juga sering menduga tuyul adalah sebagai dalang, sehingga dengan demikian banyak diantara masyarakat mencoba melakukan siasat khusus saat menyimpan uang agar terhindar dari pencurian yang dilakukan oleh makhluk bernama tuyul itu.

Dengan fenomena yang sudah disebutkan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa secara tidak langsung antara golongan orang yang ingin memilihara tuyul dan orang yang sering kehilangan uang tanpa alasan yang jelas, masing-masing mempunyai kepercayaan bahwa memang benar ada makhluk halus tuyul.
sumber:https://www.google.com/search?rlz=1C1OPRB_enID550&sclient=psy-ab&q=genderuwo&oq=genderuwo&gs_l=serp.12...107646.117553.0.121847.16.1
Posted by Fadil Arif |

Tuyul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tuyul (bahasa Jawa: thuyul) dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tuyul dapat dipekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, terutama mencuri (uang). Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya.
Kejadian tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak: gemar bermain (seperti laporan orang melihat sejumlah tuyul bermain pada tengah malam, dsb.). Kemungkinan besar tuyul juga sejenis alien.
Dalam dunia hiburan, tuyul muncul dalam berbagai film komedi atau horor. Salah satu sinetron yang populer melibatkan tuyul, yaitu Tuyul dan Mbak Yul yang populer pada tahun 1990-an di RCTI dan Tuyul Millennium yang populer pada tahun 2004 di TPI. Sinetron Tuyul dan Mbak Yul tayang ulang di Lativi. Pemerannya adalah Ony Syahrial yang populer di sinetron Tuyul dan Mbak Yul dan Tuyul Millennium. Dia juga sebagai pengisi suara Crayon Shin-chan di RCTI.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tuyul
Posted by Fadil Arif |

Genderuwa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Figur patung Genderuwa yang diarak dalam Upacara Tradisional Bekakak di DesaAmbarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia.
Genderuwa (dalam pengucapan Bahasa Jawa: "Genderuwo") adalah mitos Jawa tentang sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwa dikenal paling banyak dalam masyarakat di Pulau Jawa, Indonesia. Orang Sunda menyebutnya "gandaruwo" dan orang Jawa umumnya menyebutnya "gendruwo". [1] .
Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembap sepi dan gelap. Menurut mitos, pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di daerah hutan seperti Hutan Jati Cagar Alam Danalaya, kecamatanSlogohimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo di Kulon Progo, sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Genderuwa
Posted by Fadil Arif | File under :
Sebuah pesta resepsi pernikahan biasa di Magelang mendadak jadi luar biasa. Hal ini karena resepsi pernikahan di Dusun Klodran, Desa Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu juga dihadiri tiga pocong.
Tiga pocong itu ikut menyaksikan jalannya resepsi pernikahan yang digelar usai Lebaran 2012 beberapa waktu lalu. Kehadiran pocong tersebut segera menghebohkan warga sekitar yang saat itu juga hadir di acara tersebut.
Penampakan tiga pocong tersebut terekam dalam video yang diambil dari handphone salah seorang anggota keluarga yang punya hajat. Rekaman video itu pun segera menyebar dari handphone ke handphone.
3 pocong magelang
Nampak dari video, saat itu sedang berlangsung ritual ‘ular-ular’ atau pidato nasihat kepada pengantin oleh seorang pranoto coro yang memandu jalannya upacara pernikahan.
Posted by Fadil Arif | File under :
Sobat Unik, pasti sebagian masyarakat Indonesia sudah mengetahui tentang eksistensi dari hantu yang berwujud pocong ini, sebagian kalangan mempercayai bahwa pocong itu merupakan perwujudan dari orang yang telah meninggal. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa hantu pocong banyak bermunculan di wilayah Indonesia, dan sebagian negara yang beragama Muslim?. Berikut kami rangkum 5 mitos sejarah tentang hantu pocong tersebut, sebagai berikut : 1. Tali Pocong  Pocong sebenarnya adalah cara seorang muslim untuk dikebumikan dengan cara dibungkus dengan kain kafan dan diikatkan di bagian ujung badannya dengan tali. Menurut kepercayaan masyarakat, ketika dikebumikan, tali pocong tersebut harus dibuka agar tidak gentayangan. Apabila lupa dilepas talinya, maka masyarakat percaya bahwa arwah yang meninggal tersebut akan gentayangan dengan mengenakan pocong tersebut dan meminta kepada orang yang ditemuinya untuk melepaskan tali pocongnya. 2. Jin Kafir Menurut pada ulama, hantu pocong yang sring menakut-nakuti warga merupakan perbuatan dari jin kafir yang ingin menggoda keimanan manusia.  Jin tersebut bisa menyerupai apa saja yang is inginkan bahkan berwujud menjadi pocong. Menurut masyarakat, cara mengetahui jin yang berwujud pocong yaitu kemunculannya berada di atas pohon, menampakkan hanya setengah badan pocong, dan sorot matanya berwarna merah atau biru. 3. Dukun Masyarakat juga percaya bahwa hantu pocong yang bergentayangan, bisa jadi merupakan ulah dari seorang dukun untuk menakut-nakuti orang yang dituju. Bahkan menurut masyarakat, hatu pocong yang berjenis seperti ini bisa membunuh orang yang menjadi korbannya. Selain itu, hantu pocong juga bisa digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kekuatan ilmu hitam dari pelakunya. 4. Melayang Di layar lebar, hantu pocong digambarkan cara bergentayangannya dengan cara melompat; padahal dalam kenyataannya tidak seperti itu. Pocong menghantui warga dengan tidak melompat, tetapi melayang atau terbang. Menurut mitos, cara untuk menghindari dari kejaran pocong yaitu dengan menempelkan badan ke tanah atau tiarap; bahkan bisa dengan lari dengan berkelok-kelok. 5. Perkosaan Salah satu hal yang tabu, namun banyak dilakukan masyarakat yaitu ketika ada warga yang dibunuh dengan cara tidak wajar, atau diperkosa kemudian dibunuh. Biasanya si mayat yang dikebumikan tersebut, tali pocongnya tidak dilepas. Hal tersebut dilakukan agar si arwah tersebut mengejar/ menakut-nakuti si pelaku permbunuhan terhadap si korban. Namun, anggota keluarga yang melakukan hal tersebut harus menerima konsekuensinya. Menurut para ahli spiritual, apabila orang awam dan tidak mengerti tentang dunia gaib, maka dilarang untuk mencoba hal tersebut. 

Sumber: http://www.unikdunia.com/2013/04/5-mitos-sejarah-tentang-pocong.html